Aktifkan AksesibilitasAktifkan Aksesibilitas

Saatnya Tingkatkan Antisipasi Seiring Meningkatnya Kematian Akibat Dengue Sebanyak 816 Kasus di Awal Musim Hujan

17 Oktober 2022

Perhatian: Siaran pers ini dimaksudkan untuk informasi dan kesadaran publik, dan untuk tujuan edukasi. Siaran pers tidak dimaksudkan sebagai bentuk anjuran medis atau iklan/promosi.

Pentingnya Inovasi Pencegahan Dengue untuk Mengantisipasi Peningkatan Kasus Dengue di Musim Hujan

  • Kasus dengue cenderung meningkat pada pergantian awal musim hujan. Hingga pekan ke-36 di bulan September, kasus dengue mencapai 87.501 kasus dengan jumlah kematian akibat dengue mencapai 816 kematian
  • Pencegahan yang komprehensif terhadap dengue menjadi solusi penurunan angka kematian akibat dengue demi mencapai zero dengue death pada tahun 2030
  • Takeda bersama dengan Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan para ahli mengajak masyarakat untuk bergabung dalam kampanye “Jentik Jari” yang menandakan semangat cegah DBD dengan cermat.

Jakarta, 17 Oktober 2022 - Dengue menjadi salah satu ancaman utama kesehatan masyarakat di dunia, dan Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terkena dampaknya. Sebagai wilayah hiperendemis dengue, Indonesia memiliki tren peningkatan kasus cukup tinggi saat memasuki masa pancaroba atau peralihan yang biasanya dimulai pada bulan Oktober. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ("Kemenkes RI") menunjukkan bahwa pada minggu ke-36 di bulan September 2022, jumlah konfirmasi terpapar dengue di Indonesia tercatat sebanyak 87.501 kasus dan jumlah kematian akibat dengue mencapai 816 kematian.1

Memasuki kuartal terakhir 2022, penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini diperkirakan akan memuncak saat curah hujan mulai tinggi sekitar bulan Oktober hingga November. Karena itu, Takeda, perusahaan biofarmasi terkemuka, hari ini menyelenggarakan diskusi media bertema “Waspada Penyebaran Dengue di Tengah Musim Hujan” guna meningkatkan kesadaran publik dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran dengue di tengah musim penghujan. Diskusi yang digelar secara daring ini turut menghadirkan Kemenkes RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan ("BPOM"), dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam.

Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis-nilai, penelitian dan pengembangan (R&D), Takeda menghadirkan inovasi pencegahan dengue yakni Vaksin Dengue Tetravalen yang telah disetujui oleh BPOM RI. Dr. Goh Choo Beng, Head of Medical Affairs Takeda Asia-Pacific, mengatakan “Takeda merasa bersyukur dan bangga karena inovasi pencegahan dengue kami, yaitu Vaksin Dengue Tetravalen, telah resmi mendapatkan persetujuan dari BPOM RI. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen Takeda untuk turut serta mendukung upaya Pemerintah menuju zero dengue death pada 2030.”

Meningkatnya jumlah kasus dengue pada musim penghujan memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena pada dasarnya penyakit ini sangat berbahaya bagi siapa saja tanpa memandang umur, tempat tinggal maupun gaya hidup. Menurut data Kemenkes RI, kasus dengue di Indonesia secara umum paling banyak terjadi pada golongan umur 14-44 tahun, yaitu sebanyak 39,96 persen dan umur 5-14 tahun yaitu sebanyak 35,61 persen.

“Gejala yang dapat dirasakan saat terkena infeksi virus dengue, demam mendadak tinggi disertai sakit kepala dan linu atau nyeri pada otot dan tulang. Apabila tidak segera dipastikan penyebabnya, maka akan menyebabkan komplikasi seperti syok atau perdarahan. Bahkan dapat menyebabkan kematian,” kata Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD-KPTI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo. “Oleh karena itu, penting sekali seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengue, melalui 3M plus, hingga vaksinasi dengue” tambah Dr. Erni.

Vaksinasi Dengue bagi Anak-anak

Pada anak, yakni rentang usia 5-14 tahun, gejala yang dialami juga tak ubahnya orang dewasa. Gejala yang dapat berlangsung selama 7 hari ini dapat mengancam jiwa di tiap jamnya. Hingga saat ini dengue tetap menjadi penyebab kematian cukup tinggi pada anak di Asia, termasuk Indonesia.2

Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Penyakit Infeksi Tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan, “Melihat kecenderungan dengue yang meningkat dari tahun ke tahun, melakukan pencegahan penyakit dengue sedini mungkin merupakan langkah strategis dan vital yang harus dilaksanakan. Selain program 3M Plus, masyarakat juga perlu didorong untuk dapat melakukan vaksinasi dengue. Pencegahan inovatif ini merupakan sebuah upaya pencegahan yang terpadu,” Vaksin Dengue Tetravalen ini telah mendapatkan persetujuan dari Badan POM untuk setiap individu berusia enam hingga 45 tahun, tanpa memperhatikan status dengue sebelumnya sehingga tidak diperlukan skrining.

Perkembangan Studi Klinis

Berdasarkan studi klinis pivotal fase 3, efikasi Vaksin Dengue Tetravalen untuk mencegah dengue secara keseluruhan adalah sebesar 62% setelah tiga tahun. Sementara efikasinya untuk mencegah rawat inap akibat virus Dengue yakni sebesar 83.6% setelah tiga tahun.

“BPOM berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk vaksin yang memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang aman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kami berharap dengan makin tersedianya opsi-opsi pencegahan dengue, kita dapat melindungi keluarga Indonesia yang terancam dengue sepanjang tahun, dan memperkuat upaya pemerintah untuk mencapai tujuan nol kematian akbiat dengue pada tahun 2030.” Kata Direktur Registrasi Obat, Siti Asfijah Abdoellah yang mewakili Kepala BPOM RI.

Takeda terus mengedukasi masyarakat akan bahaya dengue, pentingnya upaya pencegahan dengue seperti vaksinasi dengue yang telah disetujui oleh BPOM RI serta mengajak masyarakat untuk bergabung dalam kampanye “Jentik Jari” yang menandakan semangat cegah dengue dengan cermat. Lebih lanjut, pada bulan Juli 2022, Takeda meluncurkan website www.cegahdbd.com sebagai bagian dari upaya untuk menghadirkan informasi terkini terkait dengue di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Takeda karena telah menghadirkan vaksin dengue sebagai salah satu upaya yang inovatif dalam pencegahan dengue di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program kami menuju penurunan kasus dengue kurang dari 10 per 100.000 penduduk pada tahun 2024, dan zero dengue death pada 2030,” kata dr. Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, Republik Indonesia.

Komitmen Takeda terhadap Vaksin

Vaksin mencegah 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahun dan telah mengubah kesehatan masyarakat global. Selama lebih dari 70 tahun, Takeda telah memasok vaksin untuk melindungi kesehatan orang-orang di Jepang. Saat ini, bisnis vaksin global Takeda menerapkan inovasi untuk mengatasi beberapa penyakit menular paling menantang di dunia, seperti dengue, COVID-19, flu pandemi, dan Zika. Tim Takeda membawa rekam jejak yang luar biasa dan pengetahuan yang kaya dalam pengembangan dan pembuatan vaksin untuk memajukan jalur pipeline vaksin guna memenuhi beberapa kebutuhan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.Takeda.com/what-we-do/areas-of-focus/vaccines/.

Tentang Takeda

Takeda Pharmaceutical Company Limited adalah perusahaan biofarmasi terkemuka berbasis-nilai, penelitian dan pengembangan (R&D), dari Jepang, yang berkomitmen untuk menemukan dan menghadirkan perawatan terkini, yang sejalan dengan komitmen kami kepada para pasien (Patients), orang-orang Takeda (People), dan juga bumi (Planet) ini. Takeda berfokus kepada upaya R&D di berbagai area terapetik, termasuk: Oncology, Rare Diseases, Inflammatory Bowel Disease, and Haemophilia. Kami juga menginvestasikan R&D dalam pengembangan Vaksin. Kami berfokus untuk mengembangkan obat-obatan inovatif yang berkontribusi untuk memberikan perbedaan dalam perawatan dan kualitas hidup pasien dengan riset terhadap pilihan perawatan dan menggunakan kemampuan dan keahlian R&D kami untuk menciptakan lini perawatan (pipeline) yang luas. Takeda berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan bekerjasama dengan para mitra kami di layanan kesehatan di 80 negara di dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.takeda.com.

Kontak Media:

Bethany Chuah

Communication Lead, APAC

[email protected]

Pemberitahuan Penting

Untuk tujuan pemberitahuan ini, “siaran pers” berarti dokumen ini, setiap presentasi lisan, setiap sesi tanya jawab, dan setiap materi tertulis atau lisan yang dibahas atau didistribusikan oleh Takeda Pharmaceutical Company Limited (“Takeda”) terkait rilis ini.

Siaran pers ini (termasuk setiap pengarahan lisan dan setiap pertanyaan-dan-jawaban sehubungan dengan itu) bukan merupakan promosi komersial atau kampanye untuk mempromosikan TAK-003 dan tidak dimaksudkan untuk, dan bukan merupakan, mewakili atau membentuk bagian dari setiap penawaran, undangan atau ajakan dari setiap penawaran untuk membeli, atau memperoleh, berlangganan, menukar, menjual atau dengan cara lain melepaskan, produk atau sekuritas apa pun atau permintaan suara atau persetujuan apa pun di yurisdiksi mana pun. Tidak ada saham atau sekuritas lain yang ditawarkan kepada publik melalui siaran pers ini. Penawaran sekuritas tidak boleh dilakukan di Amerika Serikat kecuali sesuai dengan pendaftaran berdasarkan Undang-Undang Sekuritas AS tahun 1933, sebagaimana diubah, atau pengecualian darinya. Siaran pers ini diberikan (bersama-sama dengan informasi lebih lanjut yang dapat diberikan kepada penerima) dengan syarat bahwa itu hanya digunakan oleh penerima untuk tujuan informasi (dan bukan untuk evaluasi investasi, akuisisi, pelepasan atau transaksi lainnya). Kegagalan untuk mematuhi pembatasan ini dapat merupakan pelanggaran terhadap undang-undang sekuritas yang berlaku.

Perusahaan di mana Takeda secara langsung dan tidak langsung memiliki investasi adalah entitas yang terpisah. Dalam siaran pers ini, "Takeda" kadang-kadang digunakan untuk kenyamanan di mana referensi dibuat untuk Takeda dan anak perusahaannya secara umum. Demikian juga, kata “kami”, “kami” dan “milik kami” juga digunakan untuk merujuk pada anak perusahaan secara umum atau mereka yang bekerja untuk mereka. Ungkapan-ungkapan ini juga digunakan di mana tidak ada tujuan yang berguna dengan mengidentifikasi perusahaan atau perusahaan tertentu.

Forward-Looking Statements

Siaran pers ini dan materi apa pun yang didistribusikan sehubungan dengan siaran pers ini dapat berisi pernyataan, keyakinan, atau opini mengenai bisnis Takeda di masa depan, posisi Takeda di masa depan, dan hasil operasi bisnis, termasuk perkiraan, prakiraan, target, dan rencana Takeda. Tanpa batasan, pernyataan berorientasi ke depan sering kali menyertakan kata-kata seperti “target”, “rencana”, “percaya”, “berharap”, “berlanjut”, “mengharapkan”, “bertujuan”, “berniat”, “memastikan”, “akan ”, “mungkin”, “seharusnya”, “bisa” “mengantisipasi”, “memperkirakan”, “memproyeksikan” atau ekspresi serupa ataupun bentuk negatifnya. Pernyataan berorientasi ke depan ini didasarkan pada asumsi tentang banyak faktor penting, termasuk berikut ini, yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara material dari yang diungkapkan atau tersirat oleh pernyataan berwawasan ke depan: keadaan ekonomi seputar bisnis global Takeda, termasuk kondisi ekonomi umum di Jepang dan Amerika Serikat; tekanan dan perkembangan persaingan; perubahan hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk reformasi perawatan kesehatan global; tantangan yang melekat dalam pengembangan produk baru, termasuk ketidakpastian keberhasilan klinis dan keputusan otoritas pengatur dan waktunya; ketidakpastian keberhasilan komersial untuk produk baru dan yang sudah ada; kesulitan atau penundaan manufaktur; fluktuasi suku bunga dan nilai tukar mata uang; klaim atau kekhawatiran mengenai keamanan atau kemanjuran produk yang dipasarkan atau calon produk; dampak krisis kesehatan, seperti pandemi virus corona baru, pada Takeda dan pelanggan serta pemasoknya, termasuk pemerintah asing di negara tempat Takeda beroperasi, atau pada aspek lain dari bisnisnya; waktu dan dampak dari upaya integrasi pasca-merger dengan perusahaan yang diakuisisi; kemampuan untuk mendivestasikan aset yang bukan merupakan inti dari operasi Takeda dan waktu divestasi tersebut; dan faktor lain yang diidentifikasi dalam Laporan Tahunan terbaru Takeda pada Formulir 20-F dan laporan Takeda lainnya yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS, tersedia di situs web Takeda di: https://www.takeda.com/investors/sec-filings/ atau di www.sec.gov. Takeda tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berorientasi ke depan yang terkandung dalam siaran pers ini atau pernyataan berorientasi ke depan lainnya yang mungkin dibuat, kecuali sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang atau peraturan bursa. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator hasil di masa mendatang dan hasil atau pernyataan Takeda dalam siaran pers ini mungkin bukan indikasi, dan bukan merupakan perkiraan, prakiraan, jaminan, atau proyeksi hasil Takeda di masa mendatang.

Informasi medis

Siaran pers ini berisi informasi tentang produk yang mungkin tidak tersedia di semua negara, atau mungkin tersedia di bawah merek dagang yang berbeda, untuk indikasi yang berbeda, dalam dosis yang berbeda, atau dalam kekuatan yang berbeda. Tidak ada yang terkandung di sini yang dapat dianggap sebagai ajakan, promosi, atau iklan untuk obat resep apa pun termasuk yang sedang dikembangkan.

Daftar Pustaka

  1. https://www.kemkes.go.id/article/view/22092300006/masuk-peralihan-musim-kemenkes-minta-dinkes-waspadai-lonjakan-dbd.html
  2. WHO: Dengue and Severe Dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue accessed on 12 October 2022

The Need to Anticipate the Rising Deaths Caused by Dengue with 816 Cases at the Beginning of the Rainy Season

Disclaimer: This press release is intended for information and public awareness, and for educational purposes. Press release is not intended as a form of medical advice or advertising/promotion.

The Importance of Innovative Dengue Prevention to Anticipate Rising Dengue Cases During Rainy Season

  • Dengue cases tend to increase during the seasonal transition period, the beginning of the rainy season. Until the 36th week of 2022 (September), dengue cases reached 87,501 cases with the number of deaths from dengue reaching 816 cases.
  • Comprehensive prevention of dengue is a solution to reduce mortality due to dengue to achieve zero dengue death by 2030.
  • Takeda together with the Ministry of Health, BPOM, and experts invite the public to join the "Jentik Jari" campaign which signifies the spirit of preventing DHF carefully.

Jakarta, October 17th 2022 - Dengue is one of the world's main threats to public health, and Indonesia is one of the countries most affected by it. As a dengue hyperendemic area, Indonesia has a relatively high number of cases during the transitional phase of the season, which usually starts in October. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia ("Kemenkes RI") shows that in the 36th week of (September) 2022, the number of confirmed dengue cases in Indonesia recorded at 87,501 cases, and the number of deaths caused by dengue reached 816 cases.1

Entering the last quarter of 2022, the spread of the Aedes Aegypti mosquito-borne disease is expected to peak when heavy rainfall starts around October to November. Therefore, Takeda, a leading biopharmaceutical company, conducted a media discussion with the theme “Beware of Dengue’s Spread amid the Rainy Season” to raise public awareness in anticipating and preventing the spread of dengue during the rainy season. The discussion, which was held virtually, was also attended by Kemenkes RI, the Food and Drug Supervisory Agency ("BPOM"), pediatricians, and internal medicine specialists.

As a value-based research and development (R&D) biopharmaceutical company, Takeda recently introduced a dengue prevention innovation, namely the tetravalent dengue vaccine recently approved by BPOM RI. Dr. Goh Choo Beng, Head of Medical Affairs, Takeda Asia Pacific, said, “Takeda is delighted and proud that our dengue prevention innovation, namely the Tetravalent Dengue Vaccine, has officially been approved by the BPOM RI. With this approval we are committed to supporting the Government's efforts towards zero dengue deaths by 2030."

The increasing number of dengue cases during the rainy season cannot be underestimated. Especially given every individual’s risk of having dengue, regardless of their age, where they live, and lifestyle. According to the latest data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, dengue cases in Indonesia are recorded primarily in the age group of 14-44 years at 39.96 percent and ages 5-14 years at 35.61 percent from the total number of cases.

“There are several symptoms that patients experience when exposed to dengue, sudden high fever with headaches, that may be accompanied by pain in muscles, bones, and joints. If ignored without proper treatment, complications may occur such as shock and hemmoraghing, even it may lead to death,” said Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD-KPTI, internal medicine consultant and tropical-infectious disease specialist from Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Cipto Mangunkusumo Hospital. "Therefore, it is very important for everyone to take dengue prevention more seriously from 3M and to take vaccination," added Dr. Erni.

Dengue Vaccination for Children

In children, the age range of 5-14 years, the symptoms experienced are similar to adults. Symptoms that last for 7 days can be life-threatening within hours. Until now, dengue remains to be the main cause of death for children in Asia, including Indonesia.2

Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), pediatrician and tropical disease specialist from Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Cipto Mangunkusumo Hospital said, “We see a rising trend in dengue cases year on year. Therefore, we believe that it is essential to take preventive measures to anticipate Dengue as early as possible. In addition to running the 3M Plus program, the community also needs to be encouraged to be able to carry out dengue vaccination because this innovative prevention is considered to be a comprehensive prevention of the disease." The Tetravalent Dengue Vaccine from Takeda has received approval from the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) with indication for people aged six to 45 years without previous dengue screening and exposure.

Based on the Pivotal Phase 3 Dengue Clinical Trial, the Takeda’s Dengue Tetravalent Vaccine has overall vaccine efficacy against dengue by 62% at three years follow-up. With reduced hospitalization due to dengue by 83.6%.

“BPOM is committed to bringing this vaccine product that meets the public health needs and may improve the quality of life of Indonesians. We are hoping that with many options of dengue prevention, we can protect families from the danger of dengue all year round, and strengthen the effort to realize the government objective of zero dengue death in 2030.” said Siti Asfijah Abdoellah, Drug Registration Director, on behalf of the Head of BPOM RI.

Takeda continuously educating the public about the dangers of dengue, the importance of dengue prevention efforts, including the dengue vaccination which has recently been approved by BPOM RI. Takeda also invites the public to join the "Jentik Jari" campaign, which signifies the spirit of taking a thorough and efficient approach to preventing dengue more thoroughly. Furthermore, in July 2022, Takeda also launched www.cegahdbd.com website, as part of its efforts in providing update information regarding dengue in Indonesia.

“We appreciate and acknowledge efforts taken by Takeda to introduce the dengue vaccine as one of the innovative efforts to prevent the spread of dengue in Indonesia. This is certainly in line with our program towards reaching the target to reduce dengue cases to be less than 10 per 100,000 people in 2024, and reaching zero dengue death by 2030,” said dr. Imran Pambudi, MPHM, Director of Communicable Disease Control and Prevention, Ministry of Health, Republic of Indonesia.

- End -

Takeda’s Commitment to Vaccines

Vaccines prevent 3.5 to 5 million deaths each year and have transformed global public health. For more than 70 years, Takeda has supplied vaccines to protect the health of people in Japan. Today, Takeda’s global vaccine business is applying innovation to tackle some of the world’s most challenging infectious diseases, such as dengue, COVID-19, pandemic flu and Zika. Takeda’s team brings an outstanding track record and a wealth of knowledge in vaccine development and manufacturing to advance a pipeline of vaccines to address some of the world’s most pressing public health needs. For more information, visit www.Takeda.com/what-we-do/areas-of-focus/vaccines/.

About Takeda

Takeda is a global, values-based, R&D-driven biopharmaceutical leader headquartered in Japan, committed to discover and deliver life-transforming treatments, guided by our commitment to patients, our people and the planet. Takeda focuses its R&D efforts on four therapeutic areas: Oncology, Rare Genetics and Hematology, Neuroscience, and Gastroenterology (GI). We also make targeted R&D investments in Plasma-Derived Therapies and Vaccines. We are focusing on developing highly innovative medicines that contribute to making a difference in people’s lives by advancing the frontier of new treatment options and leveraging our enhanced collaborative R&D engine and capabilities to create a robust, modality-diverse pipeline. Our employees are committed to improving quality of life for patients and to working with our partners in health care in approximately 80 countries and regions. For more information, visit https://www.takeda.com.

Media Contacts:

Bethany Chuah

Communication Lead, APAC

[email protected]

Important Notice

For the purposes of this notice, “press release” means this document, any oral presentation, any question and answer session and any written or oral material discussed or distributed by Takeda Pharmaceutical Company Limited (“Takeda”) regarding this release. This press release (including any oral briefing and any question-and-answer in connection with it) is not intended to, and does not constitute, represent or form part of any offer, invitation or solicitation of any offer to purchase, otherwise acquire, subscribe for, exchange, sell or otherwise dispose of, any securities or the solicitation of any vote or approval in any jurisdiction. No shares or other securities are being offered to the public by means of this press release. No offering of securities shall be made in the United States except pursuant to registration under the U.S. Securities Act of 1933, as amended, or an exemption therefrom. This press release is being given (together with any further information which may be provided to the recipient) on the condition that it is for use by the recipient for information purposes only (and not for the evaluation of any investment, acquisition, disposal or any other transaction). Any failure to comply with these restrictions may constitute a violation of applicable securities laws.

The companies in which Takeda directly and indirectly owns investments are separate entities. In this press release, “Takeda” is sometimes used for convenience where references are made to Takeda and its subsidiaries in general. Likewise, the words “we”, “us” and “our” are also used to refer to subsidiaries in general or to those who work for them. These expressions are also used where no useful purpose is served by identifying the particular company or companies.

Forward-Looking Statements

This press release and any materials distributed in connection with this press release may contain forward-looking statements, beliefs or opinions regarding Takeda’s future business, future position and results of operations, including estimates, forecasts, targets and plans for Takeda. Without limitation, forward-looking statements often include words such as “targets”, “plans”, “believes”, “hopes”, “continues”, “expects”, “aims”, “intends”, “ensures”, “will”, “may”, “should”, “would”, “could” “anticipates”, “estimates”, “projects” or similar expressions or the negative thereof. These forward-looking statements are based on assumptions about many important factors, including the following, which could cause actual results to differ materially from those expressed or implied by the forward-looking statements: the economic circumstances surrounding Takeda’s global business, including general economic conditions in Japan and the United States; competitive pressures and developments; changes to applicable laws and regulations, including global health care reforms; challenges inherent in new product development, including uncertainty of clinical success and decisions of regulatory authorities and the timing thereof; uncertainty of commercial success for new and existing products; manufacturing difficulties or delays; fluctuations in interest and currency exchange rates; claims or concerns regarding the safety or efficacy of marketed products or product candidates; the impact of health crises, like the novel coronavirus pandemic, on Takeda and its customers and suppliers, including foreign governments in countries in which Takeda operates, or on other facets of its business; the timing and impact of post-merger integration efforts with acquired companies; the ability to divest assets that are not core to Takeda’s operations and the timing of any such divestment(s); and other factors identified in Takeda’s most recent Annual Report on Form 20-F and Takeda’s other reports filed with the U.S. Securities and Exchange Commission, available on Takeda’s website at: https://www.takeda.com/investors/sec-filings/ or at www.sec.gov. Takeda does not undertake to update any of the forward-looking statements contained in this press release or any other forward-looking statements it may make, except as required by law or stock exchange rule. Past performance is not an indicator of future results and the results or statements of Takeda in this press release may not be indicative of, and are not an estimate, forecast, guarantee or projection of Takeda’s future results.

Medical information

This press release contains information about products that may not be available in all countries, or may be available under different trademarks, for different indications, in different dosages, or in different strengths. Nothing contained herein should be considered a solicitation, promotion or advertisement for any prescription drugs including the ones under development.

Bibliography

  1. https://www.kemkes.go.id/article/view/22092300006/masuk-peralihan-musim-kemenkes-minta-dinkes-waspadai-lonjakan-dbd.html
  2. WHO: Dengue and Severe Dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue accessed on 12 October 2022